User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Perkembangan teknologi pada saat ini bukanlah sesuatu yang bisa kita elakkan, dan seringkali perkembangan yang terjadi sifatnya bukanlah linier melainkan eksponensial , serta cenderung massiv. Bicara soal teknologi, ngomong-ngomong kamu sudah tahu tentang Teknologi Nano? Atau biasa dikenal di luar negeri itu Nanotechnology. Sudah pernah dengar??

Mungkin buat kamu yang nemu artikel ini tandanya kamu mungkin sudah mendengar apa itu teknologi nano, dan ingin lebih tahu bagaimana dan manfaat dari teknologi nano itu sendiri. Di artikel kali ini disini mimin coba membahas tentang apakah technologynano  itu? Kemudian bagaimana manfaatnya, dan juga beberapa contoh penerapan teknologi ini dalam kehidupan sehari-hari.

Oke, sebelum kamu lanjut mungkin kamu mau tahu artikel yang menarik lainnya? Coba nih kamu baca ini juga ya : Siapa Penemu Internet?

Apa itu teknologi Nano??

Di Indonesia, kehadiran teknologi ini memang belum berkembang dengan pesat, entah kenapa ya? Padahal di dunia luar sana ( maksudnya luar negeri) teknologi ini sudah banyak diterapkan di berbagai bidang.

Jika kita merujuk dari Wikipedia, teknologi nano merupakan manipulasi materi pada skala atomic dan skala molecular. Diameter yang dimiliki oleh atom tersebut  berkisar antara 62 pikometer (sekitar  1 : 1.000.000.000.000), sampai dengan 520 pikometer.

Kecil sekali ya?? Ya memang piko meter lebih kecil daripada nanometer. Sedangkan nanometer setara dengan satu per satu miliar meter yang berarti lebih kecil 50000 kali dari sehelai lambut yang kita miliki.

Dengan menggunakan teknologi ini, kita mampu membuat zat benda itu menjadi ukuran yang sangat kecil. Dengan kata lain teknologi ini mampu merekayasa dalam skala nanometer. Keunikan dari benda2 yang memiliiki sifat nanometer tersebut, dia mampu menyesuaikan dengan kehendak yang kita mau.

Sejarah perkembangan teknologi Nano.

Konsep  ilmu  dan  teknologi  nano  pertama  kali  diperkenalkan  oleh  Dr.  Richard   Feynman  pada  sebuah  pertemuan  ilmiah  yang  diselenggarakan     oleh     American     Physical    Society   di   California   Institute   of   Technology   (Caltech),   29   Desember   1959,   dengan   judul   “There’s  plenty  of  room at  the  bottom”.  Karena konsep awal itulah yang akhirnya menjadikan  Dr.   Richard   Feyman     dijuluki     sebagai     “the     father     of     nanotechnology”.    Richard    Feynman    adalah    seorang   ahli   fisika   yang   pada   tahun   1965   memenangkan   hadiah   Nobel   dalam   bidang   fisika.  Dalam  pidatonya,  Feynman  menggambarkan  suatu  proses  di  mana  ilmuwan  akan  dapat   memanipulasi   dan   mengontrol   individu   atom dan molekul. 

 

Istilah     teknologi     nano     pertama     kali     diresmikan  oleh  Prof.  Norio  Taniguchi,  seorang 

ahli  fisika  dari  Tokyo  Science  University,  tahun  1974  dalam  makalahnya  yang  berjudul  “On  the basic  concept  of  ‘nano-technology’”  (Taniguchi  1974).

Bagaimana penerapan dari teknologi nano di kehidupan sehari-hari kita.

Sudah paham kan terkait apa itu teknologi nano? Intinya coba kamu baca bolak – balik ya penjelasan diatas.

Lalu pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana teknologi ini diterapkan dalam kehidupan kita ?

Penerapan  Kebutuhan Sandang

Kamu tahu kan tentang kebutuhan sandang? Ya kebutuhan akan pakaian yang menutupi badan kita, ternyata teknologi ini benar-benar bisa diterapkan untuk pakaian yang dimiliki. Seringkali kita kesal jika kita sudah berhati-hati melewati jalan yang becek setelah hujan. Ternyata, ada saja yang lewat dan tanpa sengaja melewati genangan yang kotor, akhirnya cipratan genangan air kotor itu mengenai kita. Tentu malu jika kita ingin pergi kerja ternyata baju yang digunakan kotor. Dengan teknologi nano ini mampu menjadikan baju kita bersih dari kotoran itu loh. Kotoran akan dengan mudahnya jatuh tanpa harus melekat diserat baju. Hal ini biasa disebut dengan sifat superhidrofobisitas. Tapi hal itu bisa diterapkan sebelum kejadian ya, jangan sudah terciprat baru disemprot nano, ya kan kotorannya sudah terlanjur nempel di serat baju. jadi Manfaat dari hal ini tentu baju kita akan terjaga dari kotoran tersebut. Seperti di bawah ini contohnya.

 

Penerapan Pangan

Makan dan minum merupakan kebutuhan wajib yang harus di penuhi untuk diri kita. Nah bicara teknologi nano, penerapannya sudah di lakukan dalam melakukan filter dari air kotor menjadi air yang jernih. Dengan teknologi nano ini air yang memiliki sifat / Ph yang buruk untuk diminum, bahkan kotor sekalipun. Mampu disaring dengan baik sehingga menghasilkan air yang bersih yang bisa di minum untuk kebutuhan sehari.

Penerapan Olahraga

Dalam bidang olahraga ada beberapa yang menjadi penerapannya .

  1. Penggunaan Raket Bulu Tangkis.

Kamu pernah bermain bulu tangkis? Pasti kamu kenal dengan yang Namanya Raket. Banyak model raket yang berkembang pada saat ini. Salah satu nya adalah yang menggunakan bahan carbon, bahan itu bersifat sangat ringan tetapi memiliki struktur yang kuat. Sehingga kemungkinan kecil jika terjadi patah raket ketika bermain bulu tangkis.

  1. Penggunaan alat selam baru

Seringkali ketika menyelam kita membutuhkan yang Namanya tabung selam. Ya tabung yang berisi oksigen yang membantu kita untuk bernafas didalam air. Tentu, berat yang dimiliki tabung juga tidaklah ringan. Ternyata ada penerapan teknologi nano pada kegiatan menyelam tersebut. yaitu triton, alat bantu pernapasan pengganti tabung selam ini mampu memberikan salah satu inovasi akan beratnya tabung, dengan ukurannya yang kecil alat tersebut mampu menyaring air dan merubahnya menjadi oksigen . penasaran seperti apa ? dibawah ini gambarnya ..

 

Penerapan di Bidang Kesehatan

Penyembuhan Kanker dengan menggunakan metode Nanoemas.

Metode terapi ini dilatarbelakngi oleh ketidakmampuan teknologi sebelumnya untuk membasmi sel kanker secara tuntas. Sedikit saja sel kanker tersisa dalam tubuh maka akan tumbuh dan menyebar sehingga kanker akan menjadi besar.

Sebenarnya metode ini dikembangkan oleh seorang fisikawan dari Medical Nanotechnology Company di Irvine California. Oleh Dmitri Lapotko.  

Metode ini menggunakan nanopartikel emas sebagai senjata utama. Partikel nanoemas tersebut akan dilapisi dengan protein imun antibodi (Immune protein antibodies) yang nantinya dapat menempel pada permukaan sel kanker. Proses ini terus dilakukan hingga nanopartikel emas mengelilingi semua bagian sel yang terjangkit kanker.

Setelah nanopartikel emas berada pada posisi yang tepat, maka ultrashort infrared pulse akan ditembakkan. Penembakan gelombang infrared pada nanopartikel emas akan membuat suhu naik dan timbul uap-uap air yang  menimbulkan gelembung (bubble) sangat kecil disekitar nanopartikel emas. Gelembung-gelembung air tersebut akan meledak dan berakibat pada rusaknya sel kangker sehingga sel kangker akan mati.

 

Kesimpulan

Teknologi Nano merupakan kabar baik bagi dunia saat ini karena perkembangannya memberikan kemudahan dan inovasi dari berbagai bidang. Namun,  sangat disayangkan hal ini bisa jadi kabar buruk. Terutama bagi negara Indonesia. Kenapa??

Jawaban Sederhananya adalah Indonesia masih belum siap. Kita tahu penelitian tentang teknologi nano ini sudah sangat berkembang di mancanegara. tetapi, disini perkembangannya belum seperti yang kita harapkan masih terlalu minim dari angka yang di harapkan.

Ini kembali lagi kepada negara Indonesia, apakah mau menyambut datangnya Teknologi Nano ini sebagai Peluang dan Tantangan, atau justru malah menjadi ancaman. Yang terjelas teknologi menjadi salah satu faktor yang membuat maju negara ini.

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Sudah pernah dengar dengan teknologi rumah yang mampu bekerja dengan sendiri? Kalau sudah, pasti kamu tidak asing dengan istilah dengan Smart Home, Layaknya Smartphone yang menjadikan dunia dalam genggaman. Smart Home juga menjadikan rumah  yang kita milliki menjadi rumah yang canggih seperti rumah yang dimiliki Iron Man.  

Tetapi untuk artikel ini kita tidak sedang membahas bagaimana rumahnya Iron Man ya…..

Bukan juga membahas tentang smartHomenya. Pada dasarnya ini masih berkaitan dengan teknologi yang dimiliki oleh SmartHome tersebut. Point Pentingnya dalam pembahasan ini adalah tentang Internet.

Internet, selama ini  menjadi dasar bagaimana terhubung dan terkoneksinya kita semua di belahan dunia manapun. Bahkan dapat dilakukan walaupun hanya dengan menggunakan handphone di tangan kita. Bahkan perkembangannya saat ini Internet sudah mampu membuat sebuah sensor yang bisa   membaca keadaan fisik manusia dan mendeteksi bagaimana keadaannya apakah sedang sakit atau tidak. Dan berbagai macam kecanggihannya saat ini.

Lalu pertanyaannya sudah tahukah siapa penemu Internet? Siapakah orang yang telah berjuang menghadirkan sebuah perangkat yang memudahkan kita dalam segala hal pada sekarang ini?

Siapakah yang  menemukan Internet?

Leonard Kleinrock ialah tokoh yang dinobatkan sebagai penemu Internet. Walaupan sebenarnya pada Realitanya yang menemukan Internet adalah Tim yang ikut bergabung dengan Program ARPANET. Tetapi di beberapa referensi kebanyakan menobatkan Leonard Kleinrock  sebagai Penemu Internet.

Maka dari itu pada artikel ini kita akan coba mengenal lebih dekat dengan Bapak Leonard Kleinrock ini….

# Kelahirannya.

Leonard Kleinrock seorang insinyur sekaligus ilmuwan Amerika yang lahir 84 tahun lalu pada tanggal 13 Juni 1934 di kota New York. Berdasarkan sumber dari Wikipedia, Leonard mendapatkan gelar Sarjana Teknik Elektro dan Ilmu Komputer pada tahun 1957 dari City College Of New York, kemudian pada thun 1959 dan 1963, ua mendapatkan gelar master dan doctor (Ph.D) di bidang teknik elektro dan ilmu computer dari Insitut Teknologi Massachusetts.

# Kehidupannya sebagai Seorang Ilmuwan

Jika ditelusuri dari pencarian di Indonesia, sampai detik ini belum ditemukan secara detail kehidupan dari bapak penemu Internet tersebut. Tapi setelah ditelusuri lebih lanjut ada beberapa hal unik yang di dapatkan dari sosok leonard tersebut. bagaimana perjalanannya menemukan sebuah jaringan yang hebat, yang kita kenal seperti sekarang “Internet” biasa di sapa banyak orang.

Ternyata proses kehadiran Internet ini merupakan perjalanan Panjang yang coba di persembahkan oleh Leonard Kleinrock. Begini Kisahnya :

Semua di mulai ketika ia masih berumur sekitar 6 tahun, Leonard Kleinrock kecil  sedang membaca komik Superman, ternyata ditengah lembaran komik tersebut ia menemukan semacam desain untuk membuat sebuah Crystal Radio. Ternyata bahan yang di butuhkan tidak cukup sulit, ia hanya menyiapkan pisau cukur, sebuah pensil, kertas toilet kosong, dan beberapa kawat. Dan tidak lupa ia juga sebuah earphone.  Itu semua, dengan mudahnya ia dapatkan. Tetapi, ada satu barang yang ia cukup kesulitan. Akhirnya, ia menyampaikan ke ibunya untuk mengantarkannya ke toko elektronik untuk membeli bahan kekurangannya,  barang tersebut ialah “kapasitor variable”. Akhirnya ibunya pun mengantarnya ke toko, sesampainya ke toko ia menyampaikan apa yang ia inginkan, hingga akhirnya penjual pun memberikan barang yang ia butuhkan. Setelah ia merakit crystal Radio  dan hal itu membuat ia benar-benar terkejut, dia dengan bebas mendengarkan music yang terdengar dari earphonesnya. Tanpa baterai, tanpa daya, semuanya gratis….

Ini merupakan contoh konsep dari crystal radio  tersebut.

 

# Perjalanan Pendidikannya

Tidak sampai dalam membuat crystal radio  yang ia buat, ia terus mengembangkan diri pada bidang yang ia tekuni, yaitu jaringan dan elektro. Hingga ia memutuskan untuk kuliah di Bronx High School of Sciene dan juga ia mengikuti kursus selama ia kuliah sebagai Radio Mekanik. Tetapi, disini ia mengalami masalah yaitu ia selalu tidak bisa hadir dalam perkuliahan. Hingga akhirnya ia harus menukar program menjadi kelas malam, dan ia juga sampai kerja full time sebagai teknisi elektro, kerennya dia kuliah full tanpa ada biaya oleh City College of New York.

Kelulusannya dari perkuliahan  membutuhkan waktu sekitar 5,5 tahun. karena kesungguhannya ia akhirnya menyelesaikan studinya dan melanjutkan ke level yang lebih tinggi dengan gratis biaya kuliah di Massachusetts Institute of Technology di Departemen Teknik Elektro.

# Proses di MIT

Pada waktu itu ketika teman-temannya kebanyakan mengambil gelar doktoralnya (Ph.d) dengan menggunakan Teori Informasi yang berdasarkan data populis. Bagi Leonard hal ini merupakan bukan keahliannya hingga akhirnya ia memutuskan untuk membahas tentang jaringan data yang pada saat itu belum ada yang membahas sama sekali. Pada may, 1961, ia mengajukan proposal Ph.D dengan judul “Information Flow in Large Communication Nets” untuk studinya tentang jaringan yang nantinya menjadi dasar lahirnya Internet. Pada April, 1962 ia mencoba untuk menerbitkan artikel pertamanya yang menjelaskan tentang konsep dari pembagian pesan-pesan kepada bagian-bagian terkecil, hal ini biasa disebut dengan “packets”. Dia menyelesaikan pekerjaan ini di tahun 1962 dan akhirnya di terbitkan pada tahun 1964 oleh McGraw-Hill dalam bukunya “Communication Nets” .

Cuman sayang sekali pada waktu karya dari leonard belum bisa di publikasikan dan digunakan khalayak umum, mengingat pada waktu itu dunia komersil belum memiliki kemampuan untuk menggunakan jaringan data. Tetapi, disisi lain hal tersebut berkembang di kalangan professor di UCLA, tempat di mana Leonard bergabung pada tahun 1963, akan keterkaitan. Di pertengah tahyn 1960an Advanced Research Projects Agency (ARPA) yang dibentuk oleh pertahanan amerika serikat pada tahun 1958. Disini ARPA mendukung para ilmuwan computer untuk mengembangkan Jaringan yang berfungsi untuk mengirimkan pesan antar Komputer. Disini ARPA meminta para ilmuwan untuk menjadikan computer dapat berbagi hinggal menjadi terkecil dan saling berkaitan satu sama lain dengan menggunakan jaringan data tersebut. maka dari itu para petinggi ARPA memanggil Ilmuwan untuk dating ke Washington untuk mempersiapkan secara spesifikasi ARPANET – Disini pemerintah mendukung jaringan data yang akan di gunakan pada teknologi selanjutnya. Teknologi itu biasa diketahui banyak orang dengan istilah “packet Switching “.

# Lahirnya Internet.

Akhirnya dengan keputusan mendasar tim ARPA memutuskan UCLA sebagai pioneer dalam membangun teknologi tersebut di bawah naungan oleh Kleinrock. Sistem yang akan di uji coba adalah dengan menggunakan internet switch (atau yang dikenal sebagai Interface Message Processor – IMP) yang nantinya dikirim ke Lab pada hari buruh tahun 1969. Leonard dan Tim harus menjelaskan bagaiman proses pengiriman pesan antara (host Komputer UCLA) ke IMP. Ini merupakan tantangan yang selama ini belum pernah dilakukan. Ternyata setelah tiba waktunya, tim BBN mengalami keterlambatan dalam pengiriman IMP, hal ini sangat-sangat dimanfaatkan oleh Leonard dan Timnya untuk melakukan pengembangan lagi alat yang dimilikinya. Hingga tepat pada tanggal 30 Agustus 1969. Adalah hari yang sudah di tentukan untuk pengujian. Seluruh divisi yang terlibat dalam projek ini sudah hadir semua, ditambah lagi dengan pasukan Mahasiswa pascasarjana ilmu computer dari UCLA ikut hadir dalam acara tersebut.

 

Harapan dan Kekhawatiran akan gagalnya projek yang sedang dikerjakan tersebut menjadi sesuatu yang harus dihadapi leonard dan Timnya. Akhirnya dengan dimulainya ujicoba dan kesungguhan dari Leonard dan Tim sudah sangat baik. Dan ”Bits“ mulai bergerak antara Komputer UCLA dan IMP di hari yang sama. Di hari berikutnya mereka akhirnya mendapat pesan yang bergerak antara mesin tersebut. pada hari itu lahirnya ARPANET. Dan pada tanggal 2 September 1969 menjadi saksi bayi Internet lahir dan bernafas di dunia.

# Proses pengiriman Pesan .

Sebulan keumdian Standford Research Institute  dan pengiriman pesan host to host itu dilakukan dari UCLA. Pada saat itu Leonard Kleinrock dan seorang programmer mencoba memproses kata “LOGIN”. Ketika ia mengetik huruf “L” pesan terkirim dengan baik, kemudian kata “O” pun juga terkirim dengan baik, tetapi setelah mengetik kata “G” terjadi crash  pada system, dengan muncul indicator Overflow Memory. Dan akhirnya yang terkirim hanya dua huruf saja. Oya dalam hal ini ada sebuah fakta menarik, ketika melakukan pengujian pengiriman pesan tersebut. jarak antara Komputer UCLA dengan SRT itu cukup jauh sekitar 352 Mil, atau jika satuan KM, kurang lebih sekitar 500 Km. Sebuah pencapaian yang luar biasa bagi perkembangan Internet pada waktu itu, dan tepat tanggal 29 Oktober 1969 menjadi saksi awal bekerjanya system pengiriman pesan di Internet.

# Perkembangan Internet hingga saat ini.

Seiring perkembangannya Internet pun terus melangkah maju, bahkan Leonard menginginkan beberapa Univertas terlibat dalam pengujian ini, hal ini dibutuhkan di karenakan semakin banyak yang menguji maka akan semakin cepat dalam melakukan perkembangan. Hingga sampai tahun 90an munculah browser pertama kali yang menampilkan bagaimana internet dengan interface yang nyaman bagi penggunanya. Dan berkembang terus internet hingga saat ini.

# Kesimpulan

Dari sejarah yang sudah kita ketahui, dapat kita simpulkan jika leonard merupakan salah satu yang mencetuskan ide Internet. Bisa dikatakan maka dia lah yang cocok menjadi dengan sebutan "Bapak Internet".

Begitulah bagaimana perjuangan seorang Leonard dalam melakukan inovasi kebermanfaatan bagi orang banyak, dengan menciptakan Internet yang berguna bagi kita juga. Ada beberapa hal yang bisa di petik dari kehidupan Leonard .

  • Bagaimana ia harus merasakan kesulitan dalam kuliah karena jam kerja dan jam kuliah yang sangat berbeda yang akhirnya menyebabkan ia tidak bisa mengikuti perkuliahan. Tetapi, ia masih mau memperjuangkan pendidikanny hingga akhirnya ia harus mengambil kelas malam untuk kuliah dan mengorbankan waktu siangnya untuk bekerja….
  • Kemudian permasalahan dan gagalnya di kedua adalah ketika karya yang dimilikinya tidak bisa bahkan tidak laku, karena pada waktu itu teknologi komersial belum ada yang mampu seperti yang dimiliki Leonard.
  • Kegagalan ketiga adalah ketika ia sedang melakukan uji coba mengirimkan pesan dengan mesinnya, hanya mampu mengirim 2 kata saja, Kata “L” dan kata “O” saja. Tetapi, karena hal itu akhirnya ia terus berjuang untuk memperbaiki karyanya .

Itu lah beberapa pelajaran yang bisa di ambil dari kehidupan Leonard Kleinrock. Ada tujuan mulia yang diinginkan olehnya, yaitu memberikan formula untuk membawa jaringan teknologi  internet untuk  masyarakat dan industry untuk menjadi negara yang lebih baik di dunia.

 

 

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Jika Anda ingin Fanspage Facebook di tampilkan di situs Anda, caranya cukup mudah dengan melakukan drop & drag menu Fanspage/Penggemar di Website Builder.

Langkah 1
Masuk ke Edit Website di client area kami, agar bisa masuk ke menu Editor dari Website Builder. Setelah itu klik menu Social dan drag Fanspage/Penggemar

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

           Sekarang ini, cloud computing merupakan topik yang sering dibicarakan oleh para pengusaha. Termasuk Anda. Tentu saja bukan membicarakan pengertian cloud computing melainkan bagaimana perkembangan teknologi ini diadaptasi ke dalam bisnis dan membuat bisnis menjadi lebih mudah dan efisien. Bagi Anda dan pemilik perusahaan yang lain, waktu dan modal merupakan hal yang sangat berharga. Kabar baiknya, cloud computing mampu membuat Anda menghemat kedua hal tersebut dengan baik.

            Cloud computing memungkinkan data diakses dari mana saja dan kapan saja. Kemudahan ini tentu saja membuat cloud computing menjadi pilihan praktis bagi banyak pemilik perusahaan.

CONTACT US

Ph. +62 21 299 66 900

Fax. +62 21 526 9587

support@inet.net.id

INET Head Office

Cyber 1 Building,

5th Floor Jl. Kuningan Barat No. 8

Jakarta 12710 – Indonesia