COUNTRE SURVEILLANCE

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Counter surveillance adalah kegiatan untuk memenej pencegahan terhadap pengawasan pihak lain, termasuk metode-metode yang melibatkan peralatan elektronik seperti bugsweeping dan mendeteksi adanya peralatan surveillance.

Surveillance

Sebelum lebih jauh berbicara tentang Countersurveillance (bentuk negatif terhadap Surveillance), ada baiknya kita simak dahulu definisi Surveillance menurut Wikipedia.

Menurutnya, Surveillance adalah proses mengamati perilaku orang, objek atau proses dalam sistem dengan mengharapkan ditemukannya kejadian tertentu pada sistem untuk tujuan keamanan atau kontrol sosial. Dari asal bahasa Perancis-nya, surveillance berarti mengamati.

Surveillance sering dikaitkan dengan usaha pengamatan jarak jauh dengan peralatan elektronika atau teknologi lain, seperti:

  • penyadapan telepon
  • mengupingpercakapan pribadi (eavesdrop)
  • mikrofon yang diarahkan
  • miniatur pemancar radio dan mikrofon, sering disebut penyadap (covert listening device)
  • kamera mini
  • CCTV
  • tracking GPS
  • mobil jebakan, yaitu mobil umpan bagi pencuri yang telah dilengkapi dengan berbagai peralatan untuk mengetahui lokasi dan identitas pencuri
  • tag elektronik, berupa penyadap yang dipasang pada manusia
  • satelit mata-mata

Surveillance bisa jadi adalah kegiatan positif, misalnya untuk tujuan pengamanan rumah tinggal atau kantor, pencegahan tindak kejahatan dalam kota, pengawasan keamanan toko, dll. Tetapi umumnya surveillance dikaitkan dengan kegiatan negatif untuk tujuan tertentu. Target surveillance jenis ini bervariasi, mulai dari pribadi, toko kecil, perusahaan hingga negara.

Beberapa objek rawan surveillance antara lain:

  1. Ponsel
    Ancaman bagi pengguna ponsel adalah kumpulan data komunikasi (record waktu, durasi pembicaraan serta lokasi di operator). Lokasi sebuah ponsel bisa diketahui dengan menggabungkan data dari beberapa base station. Ancaman ini meningkat dengan adanya 3G karena jarak antar base station semakin dekat sehingga keakuratan lokasi semakin tinggi.
  2. Bugs
    Yang dimaksud dengan bugs di sini adalah peralatan pemancar radio mini yang dikombinasikan dengan mikrofon. Bugs bisa menerma informasi dari percakapan normal, cordless phone, komputer yang menggunakan jaringan wireless tanpa pengamanan, bahkan emisi radio dari layar monitor. Seiring perkembangan teknologi bugs, saat ini penyadapdapat mendengarkan informasi dengan peralatan yang berbentuk seperti iPod dengan berpura-pura mendengarkan musik atau dengan laptop dengan berpura-pura browsing internet. Bahkan dengan pesatnya teknologi storage, informasi yang didapat bisa direkam untuk didengarkan di saat lain.
  3. Komputer
    Komputer menjadi target utama surveillance karena umumnya komputer menyimpan data pribadi dan pekerjaan dalam jumlah besar. Komputer dapat disadap dengan berbagai cara dari pemasangan bugs (secara fisik) atau dengan software untuk me-remote Maka dikenallah teknologi spyware.

Countersurveillance

Untuk menghadapi berbagai bentuk surveillance, maka diperlukan berbagai metode pula. Menghadapi bugs yang umumnya menggunakan gelombang radio, digunakan peralatan counter yang memanfaatkan penerima gelombang radio. Namun bugs pun berkembang, bugs kemudian bisa dinyalakan atau dimatikan secara remote, bisa berganti frekuensi dengan pola tertentu untuk mengecoh peralatan counter.

Kebanyakan surveillance menggunakan manusia karena manusia lebih sulit dideteksi. Kita lebih sulit membedakan orang yang baik dan orang yang jahat, lebih mudah membedakan yang ini penyadap dan yang ini kancing baju betulan. Ketika manusia bertindak sebagai wahana surveillance, manusia bisa berpindah target dengan cepat untuk menghindari kecurigaan, meninggalkan lokasi tanpa meninggalkan peralatan, menghilang ditengah keramaian dan bersembunyi. Countersurveillance yang baik akan mengantisipasi surveillance dengan menggunakan manusia.

 

CONTACT US

Ph. +62 21 299 66 900

Fax. +62 21 526 9587

support@inet.net.id

RECENT NEWS

INET Head Office

Cyber 1 Building,

5th Floor Jl. Kuningan Barat No. 8

Jakarta 12710 – Indonesia